dusta berterima asal menyentuh!

dini hari ini aku ingin bercerita menggunakan aku. tak ada alasan yang lebih pasti, selain suasana yang mengajak, yang pula sulit dijelaskan dengan bentuk definisi apa pun yang pernah kutemui. juga tak ada kapital setelah titik, atau pada namamu yang ingin sekali kusebut di sini. tak ada alasan yang pasti, kecuali suasana yang sudah keceritakan tadi, yang juga masih belum dapat kujelaskan dengan apa pun yang pernah kutemui.

kaubilang lelah, kubilang jangan. kita akan melewati kebosanan yang lebih melelahkan, nanti, besok pagi saat kuncup kembang kol mekar, atau lusa saat kopi tak lagi menjadi pelarian bagi kesepian yang tak berkesudahan. membisikimu kau akan baik-baik saja, tanpa kepastian yang dapat diwujudkan dengan bisik macam apa pun yang pernah kucoba. bagaimana mungkin seseorang dapat mengurai benang-benang yang dijalinnya sendiri selama bertahun-tahun menjadi selembar sapu tangan, setelah melewati kesepian dan kegembiraan dalam jumlah yang tak dapat terbilang lagi.

kekasih, aku merindukanmu. dan kupastikan, tak ada sekeping pun dusta di antara hantaran aksara yang telah kusampaikan itu.

 

untuk R, yang hanya dapat

kutemui

dalam genggam gawai

yang abu semu.

April 19, 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*